Artikel hijau, dan kumbu hitam. Kumbu adalah makanan

Posted on

Artikel hijau, dan kumbu hitam. Kumbu adalah makanan

Artikel ini
bertujuan untuk memahami proses bisnis yang terjadi dalam sebuah Produsen Bakpia
Pathok 325 cabang Ngadiwinatan, Yogyakarta. Bakpia 325 adalah sebuah perusahaan
home industry yang pengerjaannya 85% sudah menggunakan mesin. Dan sejak 2013
sudah membuka cabang di wilayah kab.Bandung untuk memenuhi kebutuhan konsumen
dan untuk memperlebar usahanya.

Bakpia
termasuk salah satu masakan yang populer dari keluarga Cina atau Tionghoa.
Bakpia yang cukup dikenal salah satunya berasal dari daerah Pathuk (Pathok), Yogyakarta, sehingga
dikenal dengan sebutan Bakpia Pathuk. Mengingat masyarakat Yogyakarta mayoritas
beragama Islam, pada perkembangannya, isi bakpia yang semula daging babi pun
diubah menjadi kacang hijau. Kemudian rasa-rasa dari bakpia dikembangkan
menjadi cokelat, keju, kumbu hijau,
dan kumbu hitam. Kumbu adalah makanan
khas Palembang dan memang sudah biasa dijadikan isi dari bakpia, makanan ini
biasanya terbuat dari campuran kacang hijau dan gula ditambah sedikit garam.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

 

Kata kunci:
Produsen Bakpia Pathok, Pathuk, Kumbu.

 

1.    
PENDAHULUAN

 

Makanan adalah
kebutuhan yang harus dipenuhi oleh setiap makhluk hidup, begitu pula manusia
membutuhkan makanan dan minuman untuk dapat bertahan hidup. Di tiap – tiap
daerah makanan mempunyai ciri khasnya tersendiri, karena mempunyai ciri khasnya
tersendiri, maka muncul makanan yang di sebut oleh – oleh karena mempunyai ciri
yang berbeda dengan makanan di daerah lainnya.

Seiring
perkembangan zaman, makanan tidak hanya dibuat untuk mengatasi masalah pokok
dari setiap manusia, bahkan ada yang membuat makanan untuk cemilan oleh – oleh.

Bakpia adalah
salah satunya, bakpia merupakan makanan yang terbuat dari campuran kacang hijau
dengan gula, yang dibungkus dengan tepung, lalu dipanggang. Istilah bakpia
sendiri adalah berasal dari dialek Hokkian (Hanzi: ??), yaitu
dari kata “bak” yang
berarti daging babi dan “pia”
yang berarti kue, yang secara harfiah berarti roti berisikan daging. Di
beberapa daerah di Indonesia, makanan yang terasa legit ini dikenal dengan nama
pia atau kue pia.

Bakpia juga
bisa di katakan sejenis kue basah, yang dibawa oleh orang cina daratan. Pada
tahun 1945 bakpia menjadi makanan tradisional orang cina yang pada akhirnya
masuk ke wilayah indonesia khususnya di daerah Yogyakarta. Setelah mengalami
perkembangan dan pasang surut akhirnya ± tahun 1947 sampai sekarang makanan kue
bakpia ini sudah menjadi makanan oleh – oleh khas Yogyakarta.

 

2.    METODOLOGI PENELITIAN

 

2.1.     Jenis Dan Metode Pengumpulan Data

Observasi/penelitian adalah suatu istilah
umum yang mempunyai arti semua bentuk penerimaan data yang dilakukan dengan
cara  merekam kejadian, menghitungnya,
mengukurnya dan mencatatnya. Oleh karena itu, metode pengumpulan data merupakan
suatu usaha sadar untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara sistematis,
dengan prosedur terstandar.

 

2.1.1.Sumber Data Primer

Teknik pengumpulan data produsen
Bakpia Pathok 325 adalah dengan cara wawancara langsung kepada pemilik usaha,
dan agen resmi dari produsen tersebut. Serta observasi langsung meninjau proses
bisnis secara lapangan.

 

 

a) Wawancara

Wawancara dilakukan untuk
mengetahui keadaan seseorang dan mencari informasi mengenai suatu permasalahan.
Tipe wawancara yang dilakukan pada penelitian ini adalah dengan wawancara bebas
tetapi juga mengingat data apa saja yang akan dikumpulkan. Dalam melaksanakan
wawancara, saya membawa pedoman yang hanya merupakan garis besar dari hal-hal
yang akan ditanyakan. Wawancara ini dilakukan kepada pemilik dan agen resmi
Produsen Bakpia Pathok 325.

b) Observasi

Observasi adalah metode
pengumpulan data dimana peneliti mencatat informasi yang mereka dapat pada saat
melakukan pengamatan. Pada penelitian ini observasi yang dilakukan adalah
dengan pengamatan langsung proses bisnis dari Produsen Bakpia Pathok 325.

 

2.1.2.Sumber Data Sekunder

Survey sekunder dilakukan untuk melengkapi data yang diperoleh dari survei
primer berupa kajian literatur yang berkaitan dengan penelitian yang dilakukan.
Kemudian dilakukan pula pengumpulan data sekunder berupa data dari
instansi-intsansi yang terkait dengan penelitian.

a) Pencarian Data Manual

Sumber data penelitian yang
diperoleh secara tidak langsung melalui media perantara (diperoleh dan dicatat
oleh pihak lain). Saya mendapatkan informasi penjualan Produsen Bakpia Pathok
dalam jaringan internet melalui situs olx.com.

 

2.2.  Alat Bantu Analisis Dan Perancangan

 

a)       Value Chain

Value chain analysis dapat
menjadi alat analisa untuk melihat peranan IS/IT dalam proses bisnis
perusahaan. Dalam value chain analysis dianalisa kembali aktifitas kunci dalam
proses bisnis yang berkaitan dengan entitas lain yang berada diluar perusahaan,
seperti supplier dan pelanggan (external value chain) dan relasi antar entitas
di dalam perusahaan itu sendiri (internal value chain).

Value chain atau yang dikenal
dengan value chain analysis adalah sebuah konsep dari manajemen bisnis yang
pertamakali dikemukakan dan dipopulerkan oleh Michael Porter pata tahun 1985
melalui bukunya yang berjudul competitive advantage: creating and sustaining
superior performance.

Konsep dari value chain yang
diperkenalkan oleh Michael Porter adalah rangkaian kegiatan untuk operasional
dari sebuah perusahaan. Produk melewati setiap rantai nilai dan setiap tahap
dalam rantai nilai, produk tersebut mendapatkan pertambahan nilai.

Dalam value chain analysis, IT
dapat mengumpulkan informasi yang akurat seperti:

1.      
Bagaimana mengurangi
waktu yang diperlukan dalam proses value chain.

2.      
Bagaimana menyimpan
informasi penting dalam gudang data.

3.      
Bagaimana berkomunisi
secara cepat.

4.      
Bagaimana memfasilitasi
kerjasama tim di perusahaan.

b)       Flow Map Diagram

Flow Map dapat dikatakan sebuah
aliran data berbentuk dokumen atau formulir didalam suatu sitem informasi yang
merupakan suatu aktivitas yang saling terkait dalam hubungannya dengan
kebutuhan data dan informasi. Proses aliran dokumen ini dapat terjadi dengan
entitas di luar sistem.

 

 

 

 

3.      
HASIL DAN PEMBAHASAN

 

3.1.    
Analisis Proses Bisnis Yang Sedang Berjalan

3.1.1. 
Analisis Value Chain

Dalam penelitian ini, saya menggambarkan rantai nilai atau value
chain dari proses bisnis yang terjadi di Produsen Bakpia Pathok adalah
sebagai berikut :

Gambar 3.1. Value
Chain

a)                    
Aktivitas Utama

Aktivitas Utama atau Primary
Activity merupakan kegiatan-kegiatan pokok yang dilakukan oleh sebuah
perusahaan untuk memberi nilai tambah. Berikut aktivitas utama dari proses
bisnis yang saya teliti :

 

1.      
Inbound Logistics

Inbound Logistics adalah aktivitas atau kegiatan yang dihubungkan dengan
penerimaan, penyimpanan dan penyebaran input/bahan baku, seperti penanganan
bahan baku, pergudangan, kontrol inventory, jadwal kendaraan dan pengembalian
kepada supplier.

Pada
proses bisnis yang di analisa, inbound
logistics yang digunakan yaitu pemasukan bahan baku, karena usaha ini
adalah sebagai produsen makanan, yaitu pengolahan bahan baku menjadi produk
jadi, maka bahan baku yang berkualitas sangat berpengaruh untuk berjalannya
usaha ini.

2.                     
Operation

Operation adalah
kegiatan yang dihubungkan dengan mengubah input atau bahan baku menjadi bentuk
produk akhir, seperti permesinan, pengemasan, perakitan, perawatan
perlengkapan, testing, pencetakan dan yang lainnya yang berkaitan dengan proses
operasi atau produksi.

Pada rantai nilai
kali ini, setelah pemasukan bahan baku maka bahan baku tersebut diolah
menggunakan proses manual dan menggunakan mesin otomatis.

 

3.                     
Outbound Logistics

Outbound Logistics
adalah kegiatan yang diasosiasikan dengan pengumpulan, penyimpanan dan
distribusi produk ke pembeli , seperti pergudangan produk jadi, penanganan
material, operasi pengiriman, proses pemesanan dan penjadwalan.Untuk
pengeluaran dalam produsen Bakpia Pathok 325 ini adalah dengan penjualan produk
jadi. Yang semula berupa Bahan Baku, lalu dilanjutkan dengan di olah pada
Operation dengan bantuan mesin, dan menjadi produk jadi.

 

 

 

4.   
Marketing Dan Sales

Marketing dan Sales
adalah kegiatan dalam membujuk atau menarik pembeli untuk membeli, seperti
pengiklanan, promosi, tenaga penjual, quota dan harga.

Dalam berjalannya
usaha, pihak perusahaan produsen Bakpia Pathok 325 ini, karena kepuasan
pelanggan adalah hal utama, maka sering menawarkan produknya dan memberikan
promo untuk pembeli baru, bahkan memberikan produknya secara gratis kepada
konsumen baru untuk mencoba.

5.   
Services

Services
adalah kegiatan yang diasosiasikan dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan
dan mempertahankan nilai produk, seperi instalasi, perbaikan, pelatihan dan
penambahan produk.

Pelayanan usaha ini, membuktikan kepada pelanggan bahwa
respon yang cepat ketika adanya pemesanan, dan pengiriman yang cepat.

 

b)                     
Aktivitas Pendukung

 

1.      
Firm Infrastruktur

Aktivitas infrastruktur perusahaan terdiri dari sejumlah
aktivitas termasuk pengelolaan umum, perencanaan, keuangan, accounting dan
manajemen kualitas. Dan pada rantai nilai proses bisnis ini memperoleh
keuntungan karena usaha yang dibuat berasal langsung dari daerah asalnya, maka
mempunyai rasa yang khas dibanding produk – produk yang bukan dari daerah
asalnya.

2.   
Human Resource Management

Aktivitas ini merupakan pengelolaan sumberdaya manusia meliputi kegiatan
rekrutmen, pelatihan, pengembangan SDM.Untuk kegiatan perekrutan sumber daya,
pihak perusahaan Bakpia Pathok 325 ini masih dalam tahap pencarian SDM, dan
untuk saat ini karena usaha tergolong home
industry dan masih dapat berjalan dengan hanya beberapa orang, maka untuk
sumber daya manusia di bantu oleh keluarga dari Pemilik usaha.

3.   
Technology Development

Pengembangan teknologi ini terdiri dari berbagai
kegiatan yang dapat dikelompokkan ke dalam usaha untuk meningkatkan produk dan
proses. Pengembangan teknologi sangat penting untuk keunggulan kompetitif dalam
semua industri.Dalam observasi dan pengamatan yang kami peroleh, usaha ini
sudah menggunakan situs jejaring penjualan di internet dalam memasarkan dan
mempromosikan produk usahanya.

 

4.   
Procurement

Aktivitas ini mengacu pada fungsi aset yang dimiliki
perusahaan yang dapat membantu jalannya proses usaha. Dalam produsen Bakpia
Pathok 325 aset yang dimilik adalah koneksi ke Toko dan Agen – Agen di kota
Bandung dan sekitarnya yang sangat luas.

 

 

 

 

3.1.2. 
Analisis Dokumen

a)                    
Masukan

Nama Masukan

Nota Penjualan

Surat
Perjanjian

Nota
Pembelian Bahan Baku

Sumber

Supplier/ Pihak
perusahaan

Supplier / Pihak Perusahaan

Penjual
Bahan Baku

Fungsi

Tanda
Bukti Pembayaran

Bukti perjanjian menggunakan sistem konsinyasi

 

Media

Kertas

Kertas

Kertas

Rangkap

Dua

Satu

Satu

Frekuensi

Setiap terjadi transaksi
pembelian.

Hanya
ketikadibutuhkan surat perjanjian

Setiap transaksi pembayaran

Volume

Fleksibel

Fleksibel

Fleksibel

Format

Nota

Lampiran..Hal..

Nota Pembelian

Keterangan

Pembelian dilakukan secara
langsung

Perjanjian dilakukan secara langsung                                          

Transaksi dilakukan secara langsung

Hasil Analisa

Informasi
cukup jelas untuk tanda bukti pembayaran

Sudah cukup baik

Contoh Surat Tidak
Ada

 

b)                    
Keluaran

Nama
Keluaran

Nota Penjualan

Media

Kertas

Distribusi

Toko, Agen, Konsumen

Rangkap

Dua

Frekuensi

Setiap transaksi pembayaran

Volume

Fleksibel

Format

Nota Penjualan

Keterangan

Transaksi dilakukan secara langsung

Hasil
Analisa

Cukup Baik dan Jelas

Nama
Keluaran

Nota
Penjualan

 

3.1.3. 
Analisis Prosedur

Prosedur yang berjalan di Bakpia Pathok 325 adalah
sebagai berikut:

1.      
Proses 1 – Pembelian Bahan Baku

·        
Pihak perusahaan membeli bahan baku ke pihak penjual bahan baku.

·        
Pihak perusahaan dan penjual bahan baku melakukan kesepakatan harga
bahan baku yang akan di beli.

·        
Pihak perusahaan membayar harga bahan baku.

·        
Penjual bahan baku menuliskan nota tanda bukti pembayaran kepada Pihak
perusahaan.

·        
Bahan baku di masukan ke gudang perusahaan untuk di olah menjadi barang
jadi.

·        
Nota pembayaran di simpan oleh Pihak perusahaan ke arsip.

2.      
Proses 2 – Penawaran Dan Penjualan

Perlu diketahui, dalam penjualan di perusahaan ini
menerapkan sistem penjualan konsinyasi yaitu titip barang, dan sistem cash
yaitu langsung membayar ke suatu toko atau agen.

·           
Pihak perusahaan menawarkan barang ke suatu pihak toko maupun agen
menggunakan brosur maupun barang jadi.

·           
Pihak perusahaan menawarkan sistem yang akan di gunakan oleh pihak toko
sistem konsinyasi atau cash.

·           
Jika mengambil sistem konsinyasi, maka pihak toko akan melakukan
kesepakatan dengan pihak perusahaan dengan menandatangani surat perjanjian,
atau nota bukti jumlah barang yang di titipkan. Surat kesepakatan disimpan oleh
pihak perusahaan kedalam arsip dokumen.

·           
Jika mengambil sistem cash, maka pihak toko akan membayar secara tunai
atau transfer dengan memberikan bukti transfer, dan pihak perusahaan akan
menuliskan nota bukti pembayaran kepada toko atau agen.

o    
Keterangan :

– Nota warna putih untuk toko /
agen yang sudah bayar.

– Nota warna kuning untuk toko /
agen yang belum bayar.


Nota warna pink untuk pihak perusahaan.

3.      
Proses 3 – Penarikan Barang Dan Pembayaran

·           
Dalam proses ini, hanya penarikan barang dan pembayaran ke pihak toko /
agen yang menggunakan sistem konsinyasi atau titip barang. Waktu penarikan
barang disesuaikan dengan batas waktu seminggu sebelum kadaluarsa barang. 7
hari untuk jenis bakpia  basah, dan 30
hari untuk jenis bakpia kering.

·           
Pihak perusahaan datang ke toko / agen untuk menarik barang,  apakah sudah habis terjual ataupun belum.

·           
Nota atau tanda bukti kesepakatan di gunakan sebagai bukti barang yang
dititipkan oleh Pihak perusahaan kepada toko/agen.

·           
Jika barang belum habis terjual, maka barang akan di ambil oleh penjual.
Dan untuk barang yang terjual, maka pihak toko/agen akan membayar barang hasil
jualannya ke Pihak perusahaan.

4.       Proses 4 – Penjualan langsung ke pihak Konsumen

·           
Pihak perusahaan menawarkan ke konsumen terhadap produk barang yang di
jual.

·           
Konsumen membeli produk, dengan langsung membayar atau antar barang.

·           
Pihak perusahaan memberikan nota bukti pembayaran kepada konsumen
apabila dibutuhkan.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.1.3.1.   
Flow Map

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3.2.    
Evaluasi Sistem Yang Sedang Berjalan

Dari hasil evaluasi
sistem yang sedang berjalan serta pengamatan menggunakan analisis rantai nilai,
menurut saya sistem kerjanya sudah cukup baik dan strategi maupun keuntungan
usaha. Adapula saran perubahan dari saya adalah penggunaaan komputer untuk
menyimpan data setiap transaksi penjualan dan pada pembuatan laporan bulanan.

Karena jika nota –
nota yang terlalu banyak beresiko bercecer dan hilang, maka  sarankan agar penggantian proses manual lalu
menggantinya dengan penyimpanan data secara komputerisasi, serta menggunakan
sistem backup data untuk berjaga jika data tersebut mengalami kehilangan.

 

4.       KESIMPULAN

Berdasarkan Observasi yang telah dilakukan, saya
menarik kesimpulan sebagai berikut:

1.               
Proses
Bisnis yang saya analisa hanya dibatasi menjadi 4 (empat) proses yaitu, proses
pembelian bahan baku, proses penawaran dan penjualan, penarikan barang dan
pembayaran, dan penjualan langsung ke pihak konsumen.

2.               
Pemodelan
aktivitas proses bisnis dilakukan menggunakan value chain dengan Penggambaran pemodelan proses bisnis menggunakan
Flow Map Diagram.

 

UCAPAN
TERIMA KASIH

 

Alhamdulillahirabil’alamin

 

Puji dan Syukur
kita panjatkan kehadirat ALLAH SWT, yang atas rahmat dan hidayah-Nya saya dapat
menyelesaikan penyusunan artikel Analisis Proses Bisnis yang berjudul “ANALISIS PROSES BISNIS USAHA BAKPIA PATHOK
325 “. Tidak lupa shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada junjungan
Nabi Besar Muhammad SAW beserta keluarganya, para sahabatnya, dan seluruh
ummatnya yang senantiasa istiqomah hingga akhir zaman.

Akhirnya
penulisan makalah yang sekaligus merupakan tugas UAS Mata Kuliah Analisis
Proses Bisnis ini telah terselesaikan pada jangka waktu yang sudah ditentukan. Dalam
penyusunan makalah ini saya telah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat dimengerti,
dan bermanfaat. Saya mengakui bahwa penyusuan makalah ini masih terdapat banyak
kekurangan baik dari segi bahasa maupun aspek lainnya. Terlebih lagi saya
mendapat bantuan dari berbagai pihak dalam penyusuan makalah ini, maka pada
kesempatan ini saya mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua
pihak yang telah membantu pembuatan laporan observasi ini, antara lain :

1.       Kedua orang tua yang
selalu memberikan doa dan motivasi dalam menyelesaikan laporan ini.

2.       Ibu Mia Fitriawati,
S.Kom, M.Kom. selaku dosen mata kuliah Analisis Proses Bisnis.

3.       Pihak Usaha Bakpia
Pathok 325 yang telah membantu dalam pengumpulan materi dan data perusahaan.

4.       Sahabat – sahabat Prodi
Sistem Informasi yang juga turut membantu menyusun laporan ini.

Akhir kata semoga makalah ini dapat
bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis sendiri, saya sadari bahwa
makalah ini masih banyak kekurangan, maka saya terbuka menerima saran dan
kritik upaya memperbaiki makalah observasi ini. Terima Kasih.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Arikunto, Suharsimi. 2007.
Manajemen penelitian. Jakarta : Rineka Cipta.

 

Jogiyanto, HM. 1992.
Pengenalan Komputer : Dasar – dasar Ilmu Komputer, Pemrograman, Sistem
Informasi dan Intelegensi Buatan. Andi Offset : Yogyakarta.

admin
Author

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out