PENDAHULUAN manusia lebih kritis dalam berpikir. pengertian pendidikan

Posted on

PENDAHULUAN manusia lebih kritis dalam berpikir. pengertian pendidikan

PENDAHULUAN

 

1.1 
Latar Belakang

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

      Faktor
utama dalam pembentukkan pribadi manusia adalah pendidikan. Secara
ukuran normatif pendidikan mempunya peran dalam pembentukan baik atau buruknya
manusia. Hal tersebut mempunyai pengaruh dalam keseriusan pemerintah dalam
menangani pendidikan dikarenakan efeknya dalam menentukan kualitas penerus
bangsa yang mampu menyesuaikan diri untuk kehidupan masyrakat, berbangsa dan
bernegara. Dalam upaya untuk mengembangkan sumber daya manusia untuk memenuhi
tuntutan dari terus berkembangbya zaman, diperlukannya reformasi pendidikan
sebagai respon dari berkembangnya dan semakin beragamnya tuntutan global yang
merupakan hasil dari pengadaptasian sistem pendidikan. Dengan reformasi ini,
Pendidikan mempunyai wawasan dalam menghadapi masa depan supaya dalam
perkembangannya manusia dapat mengembangkan potensinya secara optimal guna
mencapai kehidupan yang sejahtera di masa mendatang.

1.2 
Rumusan
Masalah

     Masalah yang dapat kita identifikasikan .

1.Apa itu pendidikan?

2.Seperti apa indikator
pendidikan berkualitas?

3.Seperti apa tingkatan
pendidikan di Indonesia

4.Apa factor penghambat
pendidikan di Indonesia?

5.Bagaiman Pandangan
agama mengenai pendidikan?

6.Bagaimana program
peningkatan pendidikan di Indonesia?

1.3 
Maksud dan Tujuan

1.     
Menyelesaikan
tugas akhir program TPB

2.     
Menumbuhkan
kesadaran kepada masyarakat Indonesia yang mampu dalam materi agar
berkontribusi dalam peningkatan kualitas pendidikan di indonesia

3.     
Memberikan
informasi mengenai status pendidikan Indonesia saat ini

4.     
Mengetahui
seberapa jauh upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas pendidikan di
indonesia

5.     
Untuk mengetahui
pandangan agama islam tentang pendidikan

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1 Definisi
pendidikan

     Pendidikan  adalah sebagai usaha sadar dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran untuk peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual
keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta
keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pengertian Pendidikan
dapat diartikan sebagai usaha sadar dan sistematis untuk mencapai taraf hidup
atau  untuk kemajuan lebih baik. Secara
sederhana, Pengertian pendidikan adalah proses pembelajaran bagi peserta didik
untuk dapat mengerti, paham, dan membuat manusia lebih kritis dalam berpikir.

pengertian pendidikan – Secara Etimologi atau
asal-usul, kata pendidikan dalam bahasa inggris disebut dengan education, dalam
bahasa latin pendidikan disebut dengan educatum yang tersusun dari dua kata
yaitu E dan Duco dimana kata E berarti sebuah perkembangan dari dalam ke luar
atau dari sedikit banyak, sedangkan Duco berarti erkembangan atau sedang
berkembang. Jadi, Secara Etimologi pengertian pendidikan adalah proses
mengembangkan kemampuan diri sendiri dan kekuatan individu.  Sedangkan menurut Kamus Bahasa Indonesia,
pendidikan adalah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang atau kelompok
orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan.

Lalu apa pengertian dari pendidikan yang selama ini
dijalani manusia. Menurut KBBI kata pendidikan datang dari kata “didik” dengan
memperoleh imbuhan “pe” serta akhiran “an”, yang artinya langkah, sistem atau
perbuatan mendidik.

 

 

2.2  Indikator Pendidikan Berkualitas

     Masalah yang dihadapi
oleh Indonesia mempunyai banyak ragam,salah satunya yaitu dalam bidang
pendidikan.Pendidikan di Indonesia dapat dikatakan masih cukup rendah,dalam hal
ini pendidikan yang dimaksud tidak hanya meliputi pendidikan formal saja tetapi
juga non formal. Manusia seutuhnya berarti meng-optimalkan semua sisi potensi
yang dimiliki (fisik, hati dan akal). Atau dengan kata lain memadukan antara
unsur iman dan taqwa dengan ilmu pengetahuan dan teknologi dan  Dr.Ir. Bambang Priyanto,SU. menyatakan bahwa
pendidikan yang berkualitas didasarkan pada empat ukuran/indikator, yaitu

 

(1)   mutu
produk/lulusan,

     Mutu kelulusan merupakan salah satu faktor
utama tercapainya pendidikan yang berkualitas.Mutu seorang dalam kehidupan
mempunyai banyak patokan-patokan tertentu.Pendidikan yang berkualitas  menghasilkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang
berkualitas.Kualitas tersebut dapat kita lihat dengan jabatan seperti apa yang
dipegangnya dalam dunia kerja,etika dalam kehidupan sehari-harinya dan
Rata-rata penghasilannya,

(2)   mutu
proses pembelajaran,

     Mutu pembelajaran dalam pendidikan
berkualitas merupakan faktor yang sangat penting untuk end product berupa mutu produk /lulusan.Guru dalam proses
pembelajaran mempunyai peran penting dalam mendidik peserta didik.Guru sebagai
pendidk wajib memberikan pengetahuan yang sesuai dengan metode
pembelajaran,guru juga mempunyai kewajiban untuk mengajarkan nilai-nilai non
formal dalam kehidupan manusia,dalam bentuk pembelajaran etika dan moral.

(3)   mutu
layanan pendidikan

     Layanan dalam pendidikan,merupakan
bimbingan yang berkaitan dengan pendidikan.Layanan dalam pendidikan dapat
diberikan oleh pemerintah,sekolah dan guru.Layanan dari pemerintah dapat
berupa: Pemberian
bantuan oleh pemerintah untuk siswa yang tidak mampu,Pemberian biaya
operasional sekolah,dan Penyediaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana.Layanan
dari sekolah dapat kita lihat berupa:program peminatan dan penyaluran ke
perguruan tinggi ataupun dunia kerja.Guru sebagai pembibing mempunyai
tugasmemberikan layanan pendidikan formal ataupun non formal.Mutu layanan
pendidikan dapat dikatakan berkualitas jika informasi layanan tersebut tersebar
dengan baik dan layanan tersebut dapat dilaksanakan dengan optimal.

(4)   mutu
lingkungan pendidikan,

     Lingkungan pendidikan sangat erat
kaitannya dengan keadaan dan infrastruktur sekolah.Sekolah dengan lingkungan
yang optimal dan infrastruktur yang baik dapat memberikan kenyamanan kepada
peserta didik dalam proses ngajar-mengajar.Perbaikan Infrastrukur sekolah
merupakan salah Fungsi dari pelayanan pemerintah terhadap sekolah,infrastruktur
yang baik dapat mengoptimalkan proses pembelajaran.

 

2.3 Tingkat Pendidikan
Di Indonesia

 

          Setiap warga negara berhak memiliki
pendidikan setinggi mungkin, namun pendidikan di Indonesia  masih kalah jauh dengan negara-negara tetangga
 ASEAN. Menurut UNESCO pada tahun 2000,
indeks pengembangan manusia di Indonesia menurun dari tahun ke tahunnya. Dari
174 negara di dunia, Indonesia terdapat pada urutan ke 109 di tahun 1999. Hal
ini bukan tentu saja sangat memprihatinkan karena pendidikan merupakan sarana
untuk kemajuan negara. Menurut data The World Economic Forum Swedia pada tahun
2000, Indonesia menduduki urutan ke-37 dari 57 negara di dunia. Indonesia masih
memiliki daya saing yang rendah dibandingkan negara-negara lain.

      Penurunan dalam kualitas pendidikan ini
merupakan hasil dari tidak optimalnya penerapan pendidikan di
Indonesia.Pendidikan Indonesia mempunyai banyak kendala dari akses pendidikan
yang kurang terjangkau,sarana dan prasarana yang kurang memadai hingga moral
peserta didik itu sendiri.Akibat dari tidak optimalnya pendidikan di Indonesia
dapat kita lihat dengan masih banyaknya anak yang tidak sekolah dan tingginya
angka kemiskinan di Indonesia.

 

 

2.4 Tantangan
Pendidikan Di Indonesia

    

     1. Rendahnya Kualitas Sarana Fisik

 

     Untuk sarana fisik misalnya, banyak sekali
sekolah dan perguruan tinggi kita yang gedungnya rusak, kepemilikan dan
penggunaan media belajar rendah, buku perpustakaan tidak lengkap. Sementara
laboratorium tidak standar, pemakaian teknologi informasi tidak memadai dan
sebagainya. Bahkan masih banyak sekolah yang tidak memiliki gedung sendiri,
tidak memiliki perpustakaan, tidak memiliki laboratorium dan sebagainya.

 

 

2.
Rendahnya Kualitas Guru

 

     Keadaan guru di Indonesia juga amat
memprihatinkan. Kebanyakan guru belum memiliki profesionalisme yang memadai
untuk menjalankan tugasnya sebagaimana disebut dalam pasal 39 UU No 20/2003
yaitu merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai hasil
pembelajaran, melakukan pembimbingan, melakukan pelatihan, melakukan penelitian
dan melakukan pengabdian masyarakat.

     Guru di Indonesia mempunyai jumlah yang
cukup memadai,yang menjadi kendalanya berupa pendistribusian guru di Indonesia,pada
satu sisi ada daerah atau sekolah yang kelebihan jumlah guru, dan di sisi lain
ada daerah atau sekolah yang kekurangan guru. Dalam banyak kasus, ada SD yang
jumlah gurunya hanya tiga hingga empat orang, sehingga mereka harus mengajar kelas
secara paralel dan simultan,akibat dari ini proses pembelajaran peserta didik
menjadi tidak kondusif.

     Kendala soal tenaga pengajar di Indonesia
berupa standar kualifikasi guru, Hal itu dapat
dibuktikan dengan masih banyaknya guru yang belum sarjana, namun mengajar di
SMU/SMK, serta banyak guru yang mengajar tidak sesuai dengan bidang ilmu yang
mereka miliki. Keadaan seperti ini menimpa lebih dari separoh guru di
Indonesia, baik di SD, SLTP dan SMU/SMK. Artinya lebih dari 50 persen guru SD,
SLTP dan SMU/SMK di Indonesia sebenarnya tidak memenuhi kelayakan mengajar.

3.
Rendahnya Kesejahteraan Guru

 

     Rendahnya kesejahteraan guru mempunyai
peran dalam membuat rendahnya kualitas pendidikan Indonesia. Dengan pendapatan yang
rendah, terang saja banyak guru terpaksa melakukan pekerjaan sampingan. Ada
yang mengajar lagi di sekolah lain, memberi les pada sore hari, menjadi tukang
ojek, pedagang mie rebus, pedagang buku/LKS, pedagang pulsa ponsel, dan
sebagainya.

 

     Dengan adanya UU Guru dan Dosen,
barangkali kesejahteraan guru dan dosen (PNS) agak lumayan. Pasal 10 UU itu
sudah memberikan jaminan kelayakan hidup. Di dalam pasal itu disebutkan guru
dan dosen akan mendapat penghasilan yang pantas dan memadai, antara lain meliputi
gaji pokok, tunjangan yang melekat pada gaji, tunjangan profesi, dan/atau
tunjangan khusus serta penghasilan lain yang berkaitan dengan tugasnya. Mereka
yang diangkat pemkot/pemkab bagi daerah khusus juga berhak atas rumah dinas.

 

 

4.
Rendahnya Prestasi Siswa

 

     Berbicara soal prestasi,jumlah prestasi
siswa Indonesia memang tidak banyak Sebagai misal pencapaian prestasi fisika
dan matematika siswa Indonesia di dunia internasional sangat rendah. Menurut
Trends in Mathematic and Science Study (TIMSS) 2003 (2004), siswa Indonesia
hanya berada di ranking ke-35 dari 44 negara dalam hal prestasi matematika dan
di ranking ke-37 dari 44 negara dalam hal prestasi sains. Dalam hal ini
prestasi siswa kita jauh di bawah siswa Malaysia dan Singapura sebagai negara
tetangga yang terdekat.

 

Dalam
hal prestasi, 15 September 2004 lalu United Nations for Development Programme
(UNDP) juga telah mengumumkan hasil studi tentang kualitas manusia secara
serentak di seluruh dunia melalui laporannya yang berjudul Human Development
Report 2004. Di dalam laporan tahunan ini Indonesia hanya menduduki posisi
ke-111 dari 177 negara. Apabila dibanding dengan negara-negara tetangga saja,
posisi Indonesia berada jauh di bawahnya.

 

Dalam
skala internasional, menurut Laporan Bank Dunia (Greaney,1992), studi IEA
(Internasional Association for the Evaluation of Educational Achievement) di
Asia Timur menunjukan bahwa keterampilan membaca siswa kelas IV SD berada pada
peringkat terendah. Rata-rata skor tes membaca untuk siswa SD: 75,5 (Hongkong),
74,0 (Singapura), 65,1 (Thailand), 52,6 (Filipina), dan 51,7 (Indonesia).

 

Anak-anak
Indonesia ternyata hanya mampu menguasai 30% dari materi bacaan dan ternyata
mereka sulit sekali menjawab soal-soal berbentuk uraian yang memerlukan
penalaran. Hal ini mungkin karena mereka sangat terbiasa menghafal dan
mengerjakan soal pilihan ganda.

 

Selain
itu, hasil studi The Third International Mathematic and Science
Study-Repeat-TIMSS-R, 1999 (IEA, 1999) memperlihatkan bahwa, diantara 38 negara
peserta, prestasi siswa SLTP kelas 2 Indonesia berada pada urutan ke-32 untuk
IPA, ke-34 untuk Matematika. Dalam dunia pendidikan tinggi menurut majalah Asia
Week dari 77 universitas yang disurvai di asia pasifik ternyata 4 universitas
terbaik di Indonesia hanya mampu menempati peringkat ke-61, ke-68, ke-73 dan
ke-75.

     Rendahnya prestasi siswa di Indonesia
merupakan hasil dari kendala-kendala dalam dunia pendidikan di Indonesia.Banyak
kendala yang disebutkan dan angka yang dipaparkan di atas menjadi bukti nyata
betapa buruknya pendidikan di Indonesia.Akibat dari hal tersebut proses
pembelajaran peserta didik menjadi tidak optimal dan prestasi siswa yang hendak
dicapai akan sulit untuk digapai.

 

 

5.
Kurangnya Pemerataan Kesempatan Pendidikan

 

     Kesempatan memperoleh pendidikan masih
terbatas pada tingkat Sekolah Dasar. Data Balitbang Departemen Pendidikan
Nasional dan Direktorat Jenderal Binbaga Departemen Agama tahun 2000 menunjukan
Angka Partisipasi Murni (APM) untuk anak usia SD pada tahun 1999 mencapai 94,4%
(28,3 juta siswa). Pencapaian APM ini termasuk kategori tinggi. Angka
Partisipasi Murni Pendidikan di SLTP masih rendah yaitu 54, 8% (9,4 juta
siswa). Sementara itu layanan pendidikan usia dini masih sangat terbatas.
Kegagalan pembinaan dalam usia dini nantinya tentu akan menghambat pengembangan
sumber daya manusia secara keseluruhan. Oleh karena itu diperlukan kebijakan
dan strategi pemerataan pendidikan yang tepat untuk mengatasi masalah
ketidakmerataan tersebut.

 

 

6.      Mahalnya
Biaya Pendidikan

    
Kendala dimana mahalnya biaya pendidikan telah lama menjadi topic yang
diperbatkan di Indonesia khusunya.Sudah menjadi rahasia umum bahwa pemerintah
Indonesia telah berupaya membantu pihak-pihak yang tidak mampu dalam membiayai
pendidikannya melalui program-program pemerintah,tapi akibat kurangnya akses
dan pendistribusian informasi tersebut terjadi kesalah pahaman.

    
Biaya pendidikan di Indonesia dapat dikatakan relative mahal,dimana
dalam Indonesia diterapkan asumsi bahwa pendidikan yang bermutu hanya dapat
dibayar mahal. Jika alasannya bahwa pendidikan bermutu
itu harus mahal, maka argumen ini hanya berlaku di Indonesia. Di Jerman,
Prancis, Belanda, dan di beberapa negara berkembang lainnya, banyak perguruan
tinggi yang bermutu namun biaya pendidikannya rendah. Bahkan beberapa negara
ada yang menggratiskan biaya pendidikan.  Pendidikan berkualitas memang tidak
mungkin murah, atau tepatnya, tidak harus murah atau gratis. Tetapi
persoalannya siapa yang seharusnya membayarnya? Pemerintahlah sebenarnya yang
berkewajiban untuk menjamin setiap warganya memperoleh pendidikan dan menjamin
akses masyarakat bawah untuk mendapatkan pendidikan bermutu. Akan tetapi,
kenyataannya Pemerintah justru ingin berkilah dari tanggung jawab. Padahal
keterbatasan dana tidak dapat dijadikan alasan bagi Pemerintah untuk tidak
memperhatikan pendidikan di Indonesia.

 

 

2.5 Pandangan Islam
Tentang Pendidikan Di Indonesia

 

     Islam selalu menjunjung tinggi
pendidikan,bukan hanya islam,agam mananpun pasti akan berpikir
sedemikian.Pendidikan dalam agama islam 
dikatakan  dapat menaikkan derajat
manusia,seperti yang terucapkan dalam Q.s Al-mujadilah menjelaskan tentang
derajat orang yang berilmu,

Artinya:
Hai orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: “Berlapang-lapanglah
dalam majlis”, maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan
untukmu. Dan apabila dikatakan: “Berdirilah kamu”, maka berdirilah,
niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan
orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha
Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

      Dalam Q.s. at-taubah menjelaskan  tentang anjuran memperdalam ilmu agama.

Artinya
: Tidak sepatutnya bagi mukminin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa
tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk
memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan
kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga
dirinya.

     Ilmu yang dimaksud dari surat
diatas,menyebut bahwa ilmu agam melindungidan menjaga  kita dari pengaruh-pengaruh kekafiran,maka
dari itu kita harus memperdalami ilmu agama. Dalam islam
mencari Ilmu yang bersifat fardhu ‘ain dan Fardhu kifayah merupakan kewajiban
bagi setiap muslim.

     Dalam islam pendidikan adalah kewajiban,
oleh karenanya banyak ayat maupun hadits yang menjelaskan pentingnya mencari
ilmu. Seperti Hadits “Kewajiban Mencari Ilmu”

Artinya
: “Mencari ilmu itu adalah wajib bagi setiap muslim laki-laki maupun muslim
perempuan”. (HR. Ibnu Abdil Barr). 

Turunnya
Al-Qur’an yang pertama kali adalah tentang perintah membaca yang terdapat dalam
Q.s. Al-Alaq.

  

Artinya
: Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yang menciptakan. Maka jelas dalam
islam mencari ilmu merupakan hal yang wajib dan utama

 

 

     Betapa pentingnya ilmu bagi kehidupan
dunia dan Akhiran smapai-sampai terdapat hadis yang mengatakan

 

 ???? ????? ???????????? ?????????? ??? ?????????
?????? ?????????????????? ?????????? ???????????? ?????? ???????????? ??????????
???????????

 

Artinya
: “Barang siapa yang menghendaki kehidupan dunia maka wajib baginya memiliki
ilmu, dan barang siapa yang menghendaki kehidupan Akherat, maka wajib baginya
memiliki ilmu, dan barang siapa menghendaki keduanya maka wajib baginya
memiliki ilmu”. (HR. Turmudzi). Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa dengan
ilmu kita bisa bahagia di dunia maupun akhirat. Namun sebenarnya hal ini
tergantung dari siapa yang memberi ilmu dan ilmu apa yang diajarkan. Karena
dengan ilmu jugalah manusia bisa tersesat dan terjerumus kedalam kesengsaraan.

     Jadi kesimpulan yang kita dapatkan dari
hadits tersebut adalah wajibnya penguasaan ilmu,mau itu ilmu agama atau pun
ilmu pengetahuan di dunia,karena seperti yang kita ketahui tiap-tiap ilmu yang
kita pelajari mempunyai mafaatnya masing-masing.

 

 

2.6 Program Peningkatan
Kualitas Pendidikan Di Indonesia

    

    

     Pendidikan di Indonesia
yang kita lihat sekarang ini harus diatur dan harus dibenahi ,dimulai dari tata
kelola pendidikan di Indonesia oleh pemerintah.Menghilangkan gangguan dalam
dunia pendidikan di Indonesia memang tidak mudah,tapi walaupun kondisi
pendidikan Indonesia sekarang ini dapat dikatakan
memprihatinkan,bantaun-bantuan dan program-program baru atau lama perihal
pendidikan oleh pemerintah terus dijalankan.Program tersebut memang ada dan
sedang beroperasi,hanya saja efektivitasnya mungkin kurang
dikarenakan,kurangnya sosialisasi ataupun akses terhadap program tersebut
memang sulit digapai.

     Kita dapat melihat salah satu andil
pemerintah dalam peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia dapat kita lihat
dari diluncurkannya Kartu Indonesia Pintar(KIP).KIP mempunyai fungsi tidak
hanya pada bidang pendidikan saja tapi juga bidang lain seperti kesehatan dan
lainnya.Kip ini pada dasarnya di targetkan kepada keluarga yang tidak mampu
untuk membantu kehidupan sehari-harinya .Target penyaluran yang
dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebanyak 17, 9 juta siswa
serta Kementerian Agama 1,8 juta siswa. Hal tersebut ditujukan agar anak-anak
tersebut bisa memperoleh akses ke lingkungan pendidikan, baik formal maupun
nonformal, kelak.Efek yang diharapkan dari KIP tersebut adalah keterjangkauan
biaya pendidikan akan semakin terjangkau,dimana kartu tersebut dapat memberikan
akses pendidikan kepada semua kalangan,dalam hal ini bantuan biaya pendidikan.

     Bidikmisi juga merupakan program bantuan
pemerintah yang membantu siswa seperti halnya dengan dengan KIP,bedanya
bidikmisi merupakan program atau bantuan yang lebih mengkhususkan ke ranah
pendidikan.yang dapat saya ketahui dari program bidikmisi,dalam program ini
bidikmisi memberikan bantuan berupauang kebutuhan hidup terhadap peserta
didik,memberikan keringanan dalam pembayaran uang biaya pendidikan,dan juga
pengurangan biaya buku.

     Program ini seperti yang saya sebutkan
sebelumnya mengkhususkna dan menargetkan khusus pada pelajar yang merupakan
target utama.Bidikmisi mempunyai kegunaan yang hamper sama dengan KIP hanya
saja lebih mengkhusukan pada bidang pendidikan saja.

      Program diatas berbentuk bantuan untuk
memudahkan peserta didik dalam menjalankan pendidikan.Beberapa program lainnya
yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia berupa pelatihan guru
dan tenaga sekolah supaya sesuai standar,pembiayaan pendidikan lanjut oleh
pemerintah supaya guru-guru yang mengajar mempunyai tingkat pendidikan minimal
sarjana.Peningkatan kesejahteraan guru juga merupakan faktor yang dapat
meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia,denga penaikan gaji guru mungkin
saja etos kerja mereka akan semakin baik.

     Sarana dan prasarana dalam sekolah harus
dikembangkan dan sesuai standar.Ditambah dengah infrastruktur yang memadai agar
para peserta didik semakin nyaman selama proses pembelajaran.akses ke sekolah
juga harus dipermudah dengan didirikannya pangkalan atau tempat tunggu angkutan
umum.

     Secara internal pemerintah juga harus
membenahi kurikulum dan system pendidikan di Indonesia agar dapat berjalan
dengan efektif.mungkin perombakan kurikulum bukanlah pilihan terbaik ,tapi
penyatuan kurikulum dengan melihat dan mempertimbangkan aspek-aspek dan
program-program yang menjadikan kurikulum tersebut efektif dengan kurikulum
yang baru.

 

 

BAB
III

PENUTUP

 

3.1 Kesimpulan

•    Indikator pendidikan yang berkualitas dapat
dilihat dari mutu kelulusannya,mutu proses pendidikannya,mutu layanan
pendidikannya dan mutu lingkungan tempat terjadinya proses ngajar-mengajar

•Yang
menjadi penghambat peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia berupa
kurangnya sarana fisik,tidak handalnya tenaga pengajar,kurangnya prestasi
siswa,mahalnya biaya pendidikan dan kurangnya pemerataan kualitas pendidikan.

•Dalam
agama islam mencari ilmu hukumnya wajib,dan kita disarankan memperdalam ilmu
dunia dan ilmu agama

•Program
dalam meningkatkan mutu pendidikan dapat melalui 2 cara yang pertama eksternal
berupa pemberian bantuan,pelatihan,dll.Satu algi secara internal dengan
membenahi kurikulum dan system pendidikan di Indonesia.

 

 

 

3.2 Saran

•Mungkin
saran saya berupa pelatihan tenaga pengajar dalam ranah pendidikan,perbaikan
infrastruktur,sosialisasi program bantuan biaya pendidikan,dan juga pemerataan
kualitas pendidikan,karena jika kita lihat pusat pendidikan di Indonesia hanya
terpusatkan pada pulau jawa saja,perlunya bempangunan dan pemerataan kualitas
pendidikan di daerah-daerah Indonesia lainnya.

 

Daftar Pustaka :

 

https://mutupendidikanindonesia.wordpress.com/category/pendidikan-berkualitas/

 

Pengertian Pendidikan dan Tujuan Pendidikan Secara Umum

 

https://van88.wordpress.com/-permasalahan-pendidikan-di-indonesia/

 

http://akhwatcerdas.blogspot.co.id/2015/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html

 

 

 

 

 

 

 

 

 

admin
Author

x

Hi!
I'm James!

Would you like to get a custom essay? How about receiving a customized one?

Check it out