Tanpa adanya demo seperti yang terjadi juga di

Tanpa
dapat dipungkiri, tentu telah jelas terlihat bahwa teknologi semakin berkembang
seiring berjalannya waktu. Dan dapat dikatakan bahwa semua hal akan turut
mengalami perubahan sejalan dengan berkembangnya teknologi, dan manusia pun
dihadapkan pada pilihan untuk belajar mengikuti teknologi atau tetap dengan
gaya old school1.
Tentu keduanya memiliki konsekuensi, dampak positif dan negatif yang pasti ada
termasuk dalam hal mengikuti perkembangan teknologi. Dan dalam tulisan kali
ini, saya akan membahas tentang suatu aplikasi yang menjadi salah satu hasil
dari berkembangnya teknologi bagi kehidupan manusia modern, yaitu Ojek-Online. Aplikasi yang memberikan pelayanan
kepada masyarakat untuk melakukan pemesanan ojek secara online. Aplikasi  ini
pastinya menimbulkan pro2
dan kontra3,
dimana kembali kepada kenyataan bahwa manusia tidak selalu dapat menerima suatu
hal baru dengan baik maka akan selalu terbagi menjadi dua pihak seperti dalam
hal Ojek-Online. Sebenarnya, ketakutan akan teknologi akan menghambat diri
sendiri, seperti contoh beberapa orang ojek yang terlihat begitu membenci
adanya Ojek-Online karna tidak mau bergabung dengan Ojek-Online dengan alasan
menolak aplikasi tersebut karna tidak mau belajar bagaimana cara pemakaiannya,
yang padahal jika dilakukan perbandingan pada zaman sekarang pendapatan ojek
biasa dengan Ojek-Online jauh berbeda.

            Ojek-Online memiliki kelebihan dalam
efisiensi waktu, yang dimana jika pemesanan telah dilakukan maka dimanapun
lokasi penumpang tanpa menunggu lama seorang ojek akan datang menjemput karna
dalam aplikasi Ojek-Online terdapat GPS
yang melacak ojek terdekat dari lokasi penumpang. Selain itu, dapat dikatakan
bahwa harga Ojek-Online lebih murah dibanding harga ojek biasa, dengan jarak
yang sama harga yang diberikan ojek biasa dengan Ojek-Online bisa berbeda jauh.
Dan lagi, dalam aplikasi Ojek-Online dapat diketahui identitas ojek yang akan
menjemput seorang penumpang. Jika terjadi hal yang tidak diinginkan, maka ojek
tersebut dapat dilaporkan ke perusahaan Ojek-Online perihal pelanggarannya.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

            Namun seperti yang telah dikatakan
bahwa selain pihak yang pro dengan adanya Ojek-Online, ada juga pihak yang
kontra dengan hal tersebut. Karna Ojek-Online terlihat kurang adanya
sosialisasi. Contoh, jika perusahaan Ojek-Online akan membuka cabang di daerah
Cikarang, maka akan lebih baik jika pihak perusahaan membuka pelatihan untuk
ojek biasa yang mungkin ingin mencoba menggunakan aplikasi Ojek-Online sebagai
cara baru untuk mendapat penghasilan namun kurang mengerti bagaimana cara
Ojek-Online beroprasi. Sehingga lebih banyak ojek yang berminat untuk bergabung
dan mengurangi kecemburuan dan rasa gengsi4
untuk mempelajari sesuatu yang baru yang akan menimbulkan adanya demo seperti
yang terjadi juga di Bogor. Demo tersebut dapat terjadi karna kurangnya
sosialisasi yang dilakukan oleh pihak perusahaan Ojek-Online untuk
memperkenalkan dan membuka diri dengan baik kepada masyarakat di suatu daerah. Selain
itu, tidak adanya halte / pangkalan5
khusus Ojek-Online membuat Ojek-Online terlihat ada dimana – mana dan
memberikan kesan yang kurang teratur. Dan juga karna berbasis online maka driver Ojek-Online sering terlihat menggunakan HP6 ketika
sedang mengemudi motor yang sudah pasti itu membahayakan diri sendiri juga
orang lain.

            Dan pada awal dimulainya
pengoprasian Ojek-Online di kota – kota besar seperti Jakarta, Bogor, Bekasi,
dll, tersiar kabar bahwa operator transportasi online tidak memiliki izin. “Salah satu keberatan atas layanan
transportasi online -menurut
pihak-pihak yang menolaknya- adalah bahwa operator transportasi online tidak memiliki izin. Namun di
sisi lain, layanan sepeda motor atau ojek online, menurut pengamat transportasi
Danang Parikesit, memang tidak perlu izin.” (Sitepu, 2017).  “Pasalnya,
kendaraan roda dua tidak termasuk sebagai kendaraan umum dan tidak diatur dalam
Undang-Undang (UU).” (Yasmin, 2017). Jadi terlihat
bahwa sejak awal munculnya Ojek-Online di dunia transportasi, memang ada hal –
hal yang menjadi pro dan kontra dari berbagai pihak.

            Jadi dapat disimpulkan bahwa dengan
adanya aplikasi Ojek-Online, memang benar sebagian masyarakat yang mampu dan
mau beradaptasi dengan kemajuan teknologi merasa terbantu karna transportasi
yang dapat dikatakan menjadi lebih mudah melalui pemesanan online. Namun tetap
perlu diketahui bahwa secanggih apapun teknologi, akan tetap ada kekurangan
yang muncul dari teknologi tersebut seperti halnya Ojek-Online. Kekurangan
Ojek-Online itu lah yang digunakan para pihak kontra sebagai alasan untuk tidak
setuju dan semakin tidak menyukai bahkan sebagai alat untuk menjatuhkan juga
memusnahkan Ojek-Online “Para sopir mengaku kecewa sejak aksi pertama pada
Maret 2017 lalu. Pemkot Malang belum memberikan sikap tegas terhadap
transportasi online, malah justru seperti membiarkan mereka beroperasi” (Aminudin, 2017).
Dan pilihan kembali kepada diri masing – masing, mau kah kita sebagai manusia
yang hidup di zaman modern mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi yang
ada? Atau sebaliknya kita menutup diri dan tetap stuck dengan tanpa adanya kemajuan apapun. Karna kembali pada
dasarnya, semua hal, apapun itu, tentu memiliki resiko. Tapi jika itu dapat membantu
jalannya aktivitas manusia dengan baik dan menjadi lebih efektif, seperti
Ojek-Online yang efektif dalam hal waktu, keamanan, dan harga, mengapa kita
sebagai manusia harus menolak?