Tulang dan matriks seluler. Sel-sel tulang terdiri atas

      Tulang adalah
jaringan yang hidup dan sebagai jaringan penghubung (connective tissue) yang mempunyai tiga fungsi,
yaitu untuk gerakan
dan melekatnya otot (fungsi mekanik), untuk melindungi
organ vital, dan sebagai cadangan kalsium dan fosfat (Sherwood, 2004; Baron, 2006).
Selain
itu
tulang juga berperan sebagai
bagian dari sistem imun yaitu pada sumsum tulang, sebagai tempat pengolahan limfosit yang dipersiapkan untuk
membentuk antibodi (Seeman dan Delmas, 2006; Guyton dan Hall, 2007).

Tulang merupakan struktur yang dinamik dan menjalani proses regenerasi
secara terus-menerus yang dinamakan proses remodeling (Manolagas, 2000). Sambo dan Adam (2009) menyatakan bahwa tulang
adalah suatu jaringan tubuh yang dinamik dan mengalami perubahan sepanjang
kehidupan serta merupakan tempat penyimpanan kalsium terbesar. Sehingga jika
terjadi penurunan kalsium plasma yang berlangsung lama karena berbagai sebab
maka tubuh akan mengambil kalsium dari tulang.

We Will Write a Custom Essay Specifically
For You For Only $13.90/page!


order now

Tulang tersusun atas sel dan matriks seluler. Sel-sel
tulang terdiri atas sel osteoprogenitor, sel osteoblas, sel osteoklas, dan sel
osteosit. Sel osteoprogenitor berasal dari mesenkim yang memiliki kemampuan
mitosis sebagai sumber sel baru dari osteoblas dan osteoklas (Compston, 2001).
Sel osteoblas adalah sel yang berfungsi sebagai pembentuk tulang (Arnett,
2003). Sel osteoklas adalah sel yang berperan pada proses resorpsi tulang
(Arnett, 2003). Sel osteosit adalah sel osteoblas yang terbenam dalam matriks
tulang (Arnett, 2003), bertugas untuk mendeteksi adanya perubahan dan gangguan
pada tulang seta memberikan sinyal untuk perbaikan sehingga osteosit menjadi
kontrol remodeling tulang (Noble, 2008; Verbogt et al., 2000).

Matriks seluler memiliki komponen organik dan anorganik sebagai
penyusunnya. Ditinjau dari beratnya, jaringan tulang tersusun atas 70% mineral
(matriks anorganik), 20-25% matriks organik dan 5-8% air
(Seeman dan Delmas, 2006).
Senyawa organik utama
penyusun tulang adalah protein, dan protein utama penyusun tulang adalah
kolagen tipe I yang merupakan 90-95% bahan organik utama sedangkan sisanya
adalah medium homogen yang disebut substansi dasar (Baron, 2006).
Kolagen adalah salah satu
protein yang penting untuk tulang . Kolagen memberikan elastisitas tulang dan
kemampuan untuk menyerap energi saat deformasi mekanik (Laurney et al., 2010).
Sedangkan bahan anorganik utama penyusun tulang
adalah garam kristal yang
diendapkan di dalam matriks tulang terutama terdiri dari kalsium dan fosfor yang dikenal sebagai kristal hidroksiapatit (Guyton,
2004; Murray, 2003). Matriks tulang tersusun atas deposit
kalsium dan fosfat pada tulang (Guyton dan Hall, 2007). Kalsium dibutuhkan untuk mineralisasi tulang dan
penting untuk pengaturan proses fisiologik dan biokimia. Kalsium
diperlukan untuk
memaksimalkan masa tulang dan mempertahankan densitas tulang yang normal (Groff
dan Gropper, 2000).